Posting Blog

Peran Penting Pertanian Regeneratif dalam Menstabilkan Iklim Kita

gambar spanduk

Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa upaya memerangi perubahan iklim telah menjadi upaya manusia yang paling penting di abadke-21. Didorong oleh perpaduan antara pertumbuhan penduduk yang pesat dan industrialisasi masyarakat di seluruh dunia, peningkatan kadar gas rumah kaca di atmosfer kita berkontribusi terhadap kenaikan suhu yang terus-menerus, mencairnya lapisan es, naiknya permukaan laut, serta bencana alam yang semakin sering terjadi, yang semuanya mengancam cara hidup kita di Bumi.

Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Organisasi Meteorologi Dunia menemukan bahwa jumlah bencana terkait cuaca yang melanda dunia telah meningkat lima kali lipat sejak tahun 1970. Bencana-bencana tersebut meliputi badai, tornado, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan peristiwa ekstrem lainnya. Kerugian kolektif berupa nyawa manusia, kerusakan properti dan habitat alam, serta dampak ekonomi dari peristiwa-peristiwa tersebut sangatlah mengerikan, dan para ilmuwan telah memperingatkan bahwa keadaan akan terus memburuk sebelum akhirnya membaik. Tanpa tindakan yang cepat, tegas, dan terkoordinasi dari para pemimpin dunia, perusahaan, industri, dan masyarakat, dampak jangka panjang dari perubahan iklim dapat menjadi benar-benar dahsyat.

Bahan Renungan

Ketika kebanyakan orang membayangkan masalah perubahan iklim, yang terlintas dalam pikiran mereka adalah jutaan kendaraan berbahan bakar bensin di jalan raya, atau pembangkit listrik dan pabrik yang memuntahkan polusi ke angkasa. Namun, selain para penyumbang utama tersebut, ada penyebab signifikan lain yang selama ini luput dari perhatian masyarakat umum—yaitu pertanian. Pertanian masa kini—baik peternakan maupun pertanian tanaman pangan—menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar dan seringkali merusak kemampuan alami tanah untuk menyimpan karbon.

Kabar baiknya adalah, meskipun menjadi bagian dari masalah, pertanian juga merupakan bagian penting dari solusinya. “Pertanian regeneratif” – praktik pertanian yang bertujuan untuk menyerap karbon dari atmosfer dan mengembalikannya ke dalam tanah – merupakan salah satu gerakan paling menjanjikan dalam perjuangan melawan perubahan iklim. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai sumber dampak iklim dalam pertanian industri modern, manfaat positif dari teknik pertanian regeneratif, serta bagaimana pertanian dan peternakan saat ini dapat berperan dalam membantu Bumi membalikkan arah.

Dampak Pertanian Industri terhadap Iklim

Pertanian modern, terlepas dari kemampuannya yang canggih dalam menopang kehidupan 8 miliar penduduk di planet ini, juga turut berkontribusi terhadap kemerosotannya. Praktik-praktik yang saat ini diterapkan oleh sebagian besar pertanian industri tidak berkelanjutan, karena berbagai alasan, terutama dalam hal iklim.

Sebagai permulaan, sektor pertanian dan produksi pangan diperkirakan menyumbang 21–37 persen dari emisi gas rumah kaca global, tergantung pada parameter pengukuran yang digunakan. Emisi tersebut mencakup (antara lain) karbon dioksida, yang sebagian besar berasal dari penggunaan energi; oksida nitrat dari pemakaian pupuk nitrogen pada lahan pertanian dan padang rumput; serta metana dari ternak. Karbon hitam merupakan polutan iklim lain yang sangat berbahaya, yang dihasilkan oleh peralatan bertenaga diesel, angkutan truk, dan pembakaran lahan pertanian.

Selain emisi polutan iklim, tanah pertanian telah mengalami degradasi akibat praktik pengolahan tanah yang meluas, sehingga menyebabkan berkurangnya cadangan karbon yang tersimpan secara alami di dalam tanah. Ledakan populasi dan tuntutan akan hasil panen yang semakin tinggi telah memperparah degradasi tanah ini melalui teknik pertanian yang banyak menggunakan bahan kimia, serta deforestasi untuk membuka lahan baru.

Limbah pangan merupakan aspek lain dari masalah ini, yang menghasilkan metana dalam jumlah yang signifikan. Beberapa penelitian memperkirakan bahwa sebanyak 40 persen dari seluruh pangan yang diproduksi terbuang percuma pada suatu tahap dalam siklus hidupnya, baik selama panen, pengolahan pangan, pengangkutan, penjualan ritel, maupun oleh pelaku usaha dan rumah tangga konsumen.

Para petani komersial harus mempertimbangkan dan menangani setiap faktor ini sambil secara bersamaan menghadapi tekanan dari cuaca yang semakin sulit diprediksi, perubahan dalam kerangka regulasi, dan pasar yang terus berubah, termasuk kebutuhan untuk menghasilkan panen yang andal tepat waktu dengan harga yang kompetitif.

Menjadi Penyedia Solusi Pertanian Berkelanjutan

Untungnya, ada banyak solusi yang dapat membantu para petani menyeimbangkan berbagai masalah yang terkadang saling bertentangan, seperti aspek bisnis, keberlanjutan, dan keamanan pangan, yang terkait dengan proses produksi.

Menerapkan atau mendukung teknik-teknik pertanian regeneratif merupakan salah satu cara penting bagi petani dan perusahaan pangan untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus tetap meraih hasil bisnis yang memuaskan. Prinsip utama pertanian regeneratif adalah menjaga kesehatan tanah, yang membuat lahan pertanian menjadi lebih produktif dan tangguh, sekaligus meningkatkan kemampuan alami tanah untuk menyerap karbon. Prinsip-prinsip utama kesehatan tanah meliputi:

  1. Menjaga akar tetap hidup sepanjang tahun untuk mendukung kelestarian ekosistem di dalam tanah.
  2. Meminalkan gangguan tanah dengan mengurangi pengolahan tanah secara fisik dan penggunaan bahan kimia.
  3. Menjaga agar tanah tetap tertutup tanaman untuk mencegah erosi dan meningkatkan daya serap air.
  4. Mengintegrasikan peternakan untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui peningkatan kepadatan mikroba dan bahan organik.
  5. Meningkatkan keragaman dan keanekaragaman hayati di dalam tanah dan ekosistem di sekitarnya.

Teknik-teknik pertanian ini bukanlah hal baru. Sebenarnya, teknik-teknik tersebut berakar pada praktik dan prinsip tradisional yang telah diandalkan oleh petani lokal selama ribuan tahun. Saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat teknik-teknik pertanian regeneratif menjadi lebih tepat sasaran dan, yang terpenting, lebih mudah diterapkan serta diperluas oleh para petani untuk memenuhi tuntutan zaman modern. Misalnya, dengan memanfaatkan alat-alat seperti citra satelit, pemantauan drone, dan kecerdasan buatan, para petani dapat memanfaatkan analisis data untuk menjadikan lahan mereka lebih berkelanjutan dan operasional mereka lebih efisien daripada sebelumnya.

Manfaat Besar dari Praktik Pertanian Regeneratif

Seiring dengan semakin banyaknya pertanian yang menerapkan teknik regeneratif, lahan secara bertahap dipulihkan ke kondisi yang lebih alami, sehingga memungkinkan tercapainya sejumlah manfaat yang luar biasa.

Mengurangi dan membalikkan proses erosi, misalnya, merupakan komponen penting dari agenda regeneratif. Sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa dibutuhkan sekitar 100 tahun untuk membentuk satu inci lapisan tanah atas baru dalam kondisi alami, namun setiap tahun miliaran ton lapisan tanah atas yang subur tersapu dari lahan pertanian oleh hujan dan angin. Seiring berlanjutnya laju kehilangan ini bersamaan dengan kenaikan suhu dan kekeringan berkepanjangan, banyak ahli meyakini bahwa beberapa wilayah pertanian akan menghadapi periode Dust Bowl yang menghancurkan lagi. Namun, dengan mengambil langkah-langkah seperti menanam tanaman penutup di lahan yang biasanya kosong di antara musim tanam, para petani membantu menjaga lapisan tanah atas yang berharga tetap di tempatnya.

Selain mencegah erosi tanah, gerakan pertanian regeneratif juga berfokus pada pemeliharaan kesehatan tanah. Yang sering tidak disadari oleh orang awam adalah bahwa tanah subur jauh lebih dari sekadar tanah; setiap sendok teh tanah mengandung jutaan mikroorganisme yang membantu memecah bahan organik serta membantu tanaman menyerap air dan nutrisi. Bahan kimia keras dan gangguan tanah yang terus-menerus dapat menghilangkan sifat-sifat bermanfaat ini dari tanah dan membuatnya menjadi kurang produktif. Namun, tanaman penutup yang dipilih secara strategis membantu melestarikan dan mengembalikan nutrisi tersebut ke tanah, seperti halnya metode lain seperti penambahan kompos serta pengenalan cacing tanah dan serangga yang bermanfaat. Selain itu, kotoran ternak yang merumput dapat membantu membangun kesehatan tanah dengan mengurangi kebutuhan akan pupuk kimia.

Pada akhirnya, sebagaimana disiratkan oleh istilah “regeneratif”, teknik-teknik ini dan teknik lainnya membantu tanah (dan dengan demikian juga lahan pertanian) untuk terus mempertahankan kelangsungan hidupnya melalui siklus saling memberi dan menerima yang berkelanjutan. Selain itu, sebagai manfaat tambahan yang sangat penting, lahan tersebut menjadi penyerap karbon yang lebih efektif. Dengan demikian, penerapan pertanian regeneratif secara luas tidak hanya dapat mengurangi emisi gas rumah kaca; secara teoritis, hal ini bahkan dapat memperbaiki sebagian kerusakan yang telah terjadi.

Dampak Positif Pertanian Regeneratif bagi Petani

Pertanian regeneratif bermanfaat bagi lingkungan dan juga menguntungkan bagi para petani. Teknik-teknik regeneratif membutuhkan jauh lebih sedikit input seperti benih, pupuk, dan pestisida, yang berarti para petani dapat mengurangi biaya operasional mereka secara drastis. Hasil penelitian masih beragam mengenai apakah pertanian regeneratif menghasilkan panen yang lebih tinggi atau lebih rendah, namun berbagai studi menunjukkan bahwa bahkan dalam kasus di mana hasil panen menurun, profitabilitas pertanian tersebut justru meningkat.

Misalnya, sebuah studi tahun 2020 dari Ecdysis Foundation menemukan bahwa pertanian regeneratif rata-rata 78 persen lebih menguntungkan daripada lahan pertanian konvensional. Hal ini disebabkan oleh biaya input yang lebih rendah, ketahanan alami terhadap hama yang lebih baik, serta harga jual yang lebih tinggi dari para pembeli.

Dalam jangka panjang, penerapan praktik pertanian regeneratif diharapkan dapat membuat pertanian lebih tangguh dalam menghadapi peristiwa cuaca ekstrem dan kenaikan suhu yang mengancam kelangsungan pertanian industri. Ketangguhan ini berarti aliran pendapatan yang lebih dapat diprediksi dan dapat diandalkan, serta jaminan yang lebih besar bahwa usaha tersebut akan terus berkembang pesat selama bertahun-tahun ke depan.

Dalam hal pengurangan limbah di tingkat pertanian, terdapat berbagai cara untuk membantu mengurangi limbah tersebut, memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dan meningkatkan pendapatan petani. Pengomposan merupakan salah satu strategi pertanian regeneratif yang banyak diterapkan untuk mengurangi emisi metana dari limbah. Pembakaran “rendah asap” yang dipantau dengan cermat, yang menghasilkan biochar yang dapat dikembalikan ke dalam tanah, serta proses penggergajian, juga dapat mengurangi emisi polutan iklim dibandingkan dengan pembakaran terbuka.

Peran dan Manfaat Sertifikasi Pertanian Berkelanjutan

Agar pertanian regeneratif dapat diterapkan secara luas, para petani, produsen pangan, dan perusahaan lain perlu melihat hasil dari investasi mereka. Salah satu cara untuk menyampaikan upaya mereka kepada konsumen adalah dengan memperoleh sertifikasi yang sesuai, seperti Regenerative OrganicCertified™ (ROC). Saat ini, sebagian besar konsumen sudah tidak asing lagi dengan sertifikasi organik, seperti USDA Certified Organic, pada makanan dan produk pertanian lainnya seperti kapas dan wol. ROC, sebuah sertifikasi yang diawasi oleh Regenerative Organic Alliance, dimulai dari titik di mana sertifikasi organik berakhir dengan memverifikasi bahwa produsen memenuhi persyaratan ketat terkait kesehatan tanah, kesejahteraan hewan, dan keadilan sosial. Serupa dengan standar sertifikasi lain seperti program Certified Sustainably Grown SCS Global Servicesdan Soil Carbon Initiative, ROC mempertimbangkan seluruh ekosistem pertanian.

Dengan menanam tanaman bersertifikat ROC atau memproduksi produk bersertifikat ROC, perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif di pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan. 

Dampak Pertanian Regeneratif Bisa Dimulai Sekarang!

Tidak ada solusi ajaib untuk mengatasi perubahan iklim. Namun, ada banyak solusi yang dapat diterapkan secara luas dan didukung secara ilmiah yang menjanjikan untuk mengurangi emisi, mencegah bencana, dan bahkan mengembalikan planet kita ke kondisi yang lebih sehat seperti dulu. Di antara berbagai pilihan tersebut, pertanian regeneratif jelas merupakan salah satu alat penting dalam perangkat solusi ini. Pertanian regeneratif dapat memainkan peran kunci dalam mengurangi dampak perubahan iklim, memulihkan ekosistem alam, dan mendukung industri pertanian yang dinamis. Ini adalah solusi yang saling menguntungkan yang dapat memberikan dampak signifikan saat ini dan membantu mendukung generasi mendatang.

Kevin Warner
Penulis

Kevin Warner

Direktur, Sertifikasi dan Strategi ESG
510.407.0091