Posting Blog

Persiapan untuk Jaminan CSRD: Pandangan Seorang Auditor Mengenai Materialitas Ganda, Lingkup 3, dan Kesiapan ESRS

Persiapan untuk Jaminan CSRD: Pandangan Seorang Auditor Mengenai Materialitas Ganda, Lingkup 3, dan Kesiapan ESRS

As organizations advance their CSRD reporting efforts, understanding assurance expectations is essential. During a recent webinar, Danielle Stapleton, Program Manager for ESG Assurance, shared an auditor’s perspective on what assurance providers will be looking for, including governance structures, internal controls, documentation practices, data quality, and the evidence needed to support reported disclosures. As a follow-up to our webinar, Danielle is answering an additional series of questions relative to CSRD and the broader European Sustainability Reporting Standards (ESRS).

What are the biggest challenges companies face in preparing for CSRD assurance?

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi organisasi dalam mempersiapkan diri untuk proses penjaminan CSRD adalah pengumpulan data. Banyak perusahaan diminta untuk melaporkan topik-topik keberlanjutan yang jauh melampaui apa yang selama ini mereka ukur, pantau, atau ungkapkan. Hal ini sering kali mencakup informasi terkait lingkungan, sosial, tata kelola, dan rantai nilai yang mungkin tersebar di berbagai unit fungsional di seluruh organisasi.

Tantangannya bukan sekadar memperoleh data. Organisasi juga harus menjaga jejak audit yang lengkap yang menunjukkan dari mana informasi tersebut berasal, siapa pemiliknya, bagaimana perhitungannya, dan bukti pendukung apa saja yang ada. Bagi perusahaan yang baru pertama kali menyusun laporan keberlanjutan, persyaratan ini bisa terasa membebani karena sering kali melibatkan pengumpulan informasi dari berbagai divisi, seperti operasional, sumber daya manusia, pengadaan, keuangan, hukum, dan pemasok eksternal.

Dari sudut pandang jaminan, salah satu kelemahan yang paling umum bukanlah data yang salah, melainkan dokumentasi yang tidak memadai. Tim mungkin telah melaksanakan pekerjaan dan mencapai kesimpulan yang masuk akal, namun mereka tidak dapat menunjukkan dengan jelas bagaimana kesimpulan tersebut dicapai. Auditor akan secara konsisten mencari bukti yang mendukung informasi yang dilaporkan dan memungkinkan mereka menelusuri kembali keputusan yang diambil oleh manajemen.

How can organizations improve the quality and reliability of their ESG data before seeking assurance?

Auditors cannot prescribe how companies should improve their reporting processes, but they can explain what they look for. The key attribute is traceability. Auditors want to connect reported information directly back to supporting evidence. For worker health and safety disclosures, this may include incident reports, safety management systems, and corrective action records. For greenhouse gas (GHG) emissions, auditors may review invoices, utility records, calculation files, and emission-factor documentation. Strong ESG reporting is built on repeatable, documented processes rather than standalone calculations.

For non-traditional metrics, data can often live with supply chain owners, other departments, like HR and Payroll, for example. These are not typical sources for a GHG emissions audit and require some work on the organization’s side to bring other teams up to speed on the timing and traceability demanded by an audit. Strong ESG reporting is built on repeatable, documented processes rather than standalone calculations. 

Peran Apa yang Dimainkan oleh Pengendalian Internal dan Tata Kelola dalam Mencapai Jaminan CSRD yang Berhasil?

Pengendalian internal merupakan faktor penting dalam membangun keyakinan auditor. Auditor menilai bagaimana data dimasukkan ke dalam sistem pelaporan, siapa yang meninjaunya, bagaimana perubahan disetujui, dan apakah struktur tata kelola mendukung integritas data. Organisasi yang memiliki peran yang terdefinisi dengan jelas, pengendalian yang terdokumentasi, dan pengawasan manajemen biasanya memiliki landasan yang lebih kokoh untuk proses jaminan. Meskipun auditor tidak dapat memberikan saran mengenai pendekatan implementasi tertentu, tata kelola dan pengendalian sering kali menjadi salah satu bidang pertama yang dievaluasi selama prosedur jaminan.

How can companies turn CSRD compliance into a strategic advantage rather than just a regulatory obligation?

Many organizations initially approach CSRD as a reporting requirement, but CSRD can create value beyond compliance. In addition to the mandatory requirements, the CSRD framework also includes voluntary reporting standards that can help organizations communicate sustainability performance in a way that is proportionate to their size and maturity. 

Sustainability reporting often uncovers opportunities for energy reduction, operational efficiencies, supplier-risk management, and resource optimization. The Double Materiality Assessment can identify emerging business risks and opportunities, helping management make more informed decisions and align sustainability initiatives with corporate strategy. Organizations also increasingly pursue voluntary reporting because market expectations and competitor disclosures are raising the bar across industries. 

How can organizations improve the quality and reliability of ESG data before seeking assurance?

Karakteristik terpenting dari data ESG berkualitas tinggi adalah keterlacakan. Auditor ingin memahami dengan tepat bagaimana metrik yang dilaporkan terkait dengan bukti pendukungnya.

If a company reports worker safety metrics, auditors may review incident reports, safety management systems, corrective action records, training logs, and supporting documentation. If a company reports GHG emissions, auditors may review utility invoices, fuel consumption records, calculation files, emission factors, and management review procedures.

Terlepas dari topiknya, pertanyaan utamanya tetap sama: apakah organisasi tersebut dapat menjelaskan bagaimana informasi tersebut diperoleh dan menunjukkan bukti yang mendukung keakuratannya? Pelaporan ESG yang kuat dibangun di atas proses yang dapat diulang, bukan sekadar perhitungan yang terpisah-pisah.

What role do internal controls and governance play in achieving successful CSRD assurance?

Pengendalian internal dan tata kelola merupakan landasan bagi keberhasilan hasil audit karena keduanya membantu membangun keyakinan terhadap integritas, kelengkapan, dan keandalan informasi yang dilaporkan. Auditor tidak hanya mengevaluasi pengungkapan itu sendiri, tetapi juga proses yang digunakan untuk mengumpulkan, meninjau, menyetujui, dan memelihara data yang mendasarinya.

Organisasi harus mampu menjelaskan struktur kepemilikan, prosedur peninjauan, pengawasan manajemen, dan struktur pertanggungjawaban. Tata kelola sering kali menjadi salah satu bidang pertama yang ditinjau selama proses jaminan karena hal tersebut memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap setiap metrik yang dilaporkan.

How can companies turn CSRD compliance into a strategic advantage rather than just a regulatory obligation?

CSRD dapat menciptakan nilai yang melampaui sekadar kepatuhan. Proses pelaporan sering kali mengungkap peluang untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, mengelola risiko pemasok, serta meningkatkan kinerja operasional.

Penilaian Materialitas Ganda dapat memberikan wawasan mengenai risiko dan peluang yang mulai muncul, yang mungkin belum teridentifikasi melalui proses manajemen risiko konvensional. Organisasi yang menggunakan CSRD sebagai kerangka kerja manajemen—bukan sekadar kegiatan pelaporan—sering kali menemukan peluang untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan penciptaan nilai jangka panjang.

Double materiality: Focus on process, not just outcomes.

Auditor umumnya lebih fokus pada proses yang digunakan untuk mencapai kesimpulan daripada pada hasil penilaian materialitas ganda itu sendiri. Organisasi harus mendokumentasikan secara jelas keterlibatan pemangku kepentingan, bukti yang telah ditinjau, dampak pada rantai nilai yang dipertimbangkan, serta bagaimana keputusan tersebut diambil. Sepanjang proses tersebut, tim harus terus mempertanyakan bagaimana mereka akan menunjukkan dan mempertahankan kesimpulan mereka selama proses jaminan.

What evidence is needed for ESRS E1 disclosures?

Data perfection is not required, particularly for Scope 3 emissions where estimates are often necessary. However, organizations should maintain thorough documentation of data sources, assumptions, emission factors, methodologies, and calculation approaches. The most effective defense of a reported figure is a complete and transparent audit trail.

Build the internal controls auditors expect.

Pengendalian utama meliputi keterlacakan data, konsistensi metodologi, penilaian materialitas ganda yang terdokumentasi, penilaian risiko formal, dan prosedur peninjauan. Auditor ingin memastikan bahwa organisasi dapat secara konsisten mereproduksi pengungkapan mereka dan menjelaskan setiap perubahan metodologi yang terjadi seiring waktu.

Transition plans require more than narratives.

Pengungkapan terkait rencana transisi harus didukung oleh proses persetujuan yang terdokumentasi, pengawasan tata kelola, target iklim, tahun dasar, metodologi, kebijakan perhitungan ulang, analisis skenario, langkah-langkah implementasi, dan kegiatan pemantauan. Organisasi juga harus menyimpan bukti untuk klaim yang berkaitan dengan kredit karbon, penyerapan karbon, dan peta jalan menuju nol emisi bersih.

Kesiapan Penilaian vs. Penilaian Independen

Dukungan kesiapan penilaian dirancang untuk membantu manajemen mengidentifikasi kelemahan dan mempersiapkan diri menghadapi penilaian di masa mendatang. Penilaian independen mengevaluasi informasi yang telah disiapkan oleh manajemen dan menghasilkan kesimpulan resmi. Kesiapan membantu mengidentifikasi kesenjangan, sedangkan penilaian menilai apakah pelaporan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Pelaporan Lingkup 3 dan Data Pemasok

Organisasi kini tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan berdasarkan pengeluaran dan semakin sering berinteraksi langsung dengan pemasok. ESRS menyadari bahwa perkiraan tetap diperlukan, namun perusahaan harus mampu menjelaskan metodologi, asumsi, dan sumber data yang digunakan. CSRD tidak mewajibkan data dari setiap pemasok. Sebaliknya, pelaporan harus berfokus pada perolehan informasi yang memadai untuk memahami dan mengungkapkan dampak, risiko, serta peluang yang material.

Etika Kecerdasan Buatan dan Privasi Data

Seiring dengan meluasnya pelaporan keberlanjutan melampaui indikator lingkungan, tata kelola kecerdasan buatan (AI) dan privasi data mungkin akan semakin relevan. Auditor mungkin akan mengevaluasi struktur tata kelola, kebijakan, pengendalian, mekanisme pengawasan, dan proses pemantauan di mana penggunaan AI atau pengelolaan data menimbulkan dampak atau risiko keberlanjutan yang material.

Is your sustainability data mature enough for assurance?

Banyak pelapor pemula yang khawatir data mereka belum cukup matang. Dalam praktiknya, tata kelola dan dokumentasi seringkali lebih penting daripada metrik yang sempurna. Sebuah perusahaan dengan data yang belum sempurna namun memiliki pengendalian yang kuat mungkin akan menunjukkan kinerja yang lebih baik selama proses penilaian daripada perusahaan yang memiliki metrik yang akurat namun dokumentasi pendukungnya terbatas. Pelaporan sukarela dan kegiatan penilaian praktik dapat membantu mengidentifikasi kelemahan sebelum kewajiban pelaporan wajib.

Kesimpulan Akhir

Perusahaan tidak perlu memiliki data keberlanjutan yang sempurna sejak awal, tetapi mereka memang membutuhkan kepemilikan yang jelas, metodologi yang terdokumentasi, bukti yang dapat dilacak, dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Organisasi yang memulai sejak dini dan berfokus pada tata kelola serta dokumentasi akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mencapai kepatuhan dan jaminan CSRD yang sukses.

Have more questions about CSRD, ESRS, or ESG assurance?

SCS Global Services is here to support companies wherever they happen to be along their CSRD compliance and ESG assurance journeys. For more information and additional support, be sure to watch our webinar replay, peruse our in-depth discussion of ESG assurance, and feel free to get in touch with us directly.

Penulis

Danielle Stapleton

Manajer Program, ESG Assurance